ERCHI NEWS

(Kembali) Kecewa Dengan Buruknya Pelayanan, DPRD Pohuwato Agendakan Hearing RSBP

POHUWATO [ENEWS] – Imbas dari rasa tidak terima akibat Instasinya diberitakan lewat komentar Direktur Rumah Sakit Bumi Panua (RSBP) dr. Syahrawanti Abbas pada media sosial nampaknya akan menjadi masalah serius. Pasalnya, pemberitaan terkait dengan buruknya pelayanan RSBP kepada salah satu pasien yang juga salah satu ASN dilingkungan Pemda Kabupaten Pohuwato ini pun beroleh respon dari berbagai pihak.

BACA :

Warga Keluhkan Pelayanan, Dokter RSBP : Bakar Saja Rumah Sakit Ini

Ketua Komisi III DPRD Pohuwato H. Beni Nento SE.I,  menilai apa yang terjadi di RSBP itu harus disikapi dengan serius. Menurut Beni, pelayanan yang masih saja dinilai buruk adalah sumber masalah di RSBP sehingga rencananya DPRD akan mengagendakan hearing dengan instansi yang menjadi andalah pada Program SYAH jilid II itu.

“Sistem pelayanan di RSBP yang banyak dikeluhkan oleh masyarakat hari ini, sudah saatnya diseriusi bersama. Secepatnya hal ini akan kami tindaklanjuti ke tingkatan Ketua DPRD. Ini tidak bisa dibiarkan karena menyangkut kebutuhan masyarakat banyak,” ujar Beni.

Beni menambahkan, terkait dengan statement yang dilontarkan oleh oknum dokter RSBP itu pun menjadi perhatian yang serius pihaknya. Dimana Kata Beni seorang Dokter perlu juga ditatar karena seharusnya sangat memahami tupoksi dokter termasuk setiap perkataan yang dikeluarkan.

“Terkait dengan statemen yang dikeluarkan oleh oknum Dokter yang mengatakan bakar saja rumah sakit, itu tidak sepantasnya dilakukan. Dia harus paham betul tugas-tugasnya sebagai seorang dokter dalam situasi dan kondisi apapun,” tambahnya.

Lebih lanjut, menanggapi apa yang disampaikan oleh Direktur RSBP Syahrawanti Abbas lewat media sosial, Beni Nento mengungkapkan perasaan kecewa.  Menurutnya, komentar tersebut tidak harus dikeluarkan oleh seorang direktur Rumah Sakit.

“Kami menilai tidak sepatutnya seorang Dokter pimpinan Rumah Sakit mengeluarkan statetmen seperti itu. Seharusnya yang ia lakukan adalah mengundang seluruh jajaran rumah sakit lalu mengklarifikasikan hal tersebut secara resmi kepada pihak media. Bukan justru memperkeruh keadaan,” terang Beni Nento.

Tidak hanya itu, jika memang terbukti melakukan pelanggaran, DPRD Pohuwato menurut Beni akan menyurati pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terkait persoalan etika dan psikologi dokter yang masuk dalam organisasinya.

“ Iya, kami akan menyurati IDI.” Tegas Beni.

Di waktu yang sama, Direktur RSBP Syahrawanti Abbas ketika dikonfirmasi via telephone menyampaikan bahwa apa yang terjadi hanya miss komunikasi. “Yang terjadi kemarin hanyalah miss komunikasi. Kami menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak. Semoga dengan kejadian ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi kami kedepan,” ujar Syahrawanti.

Sebelumnya, Salah satu ASN di lingkungan Pemda Pohwuato mengeluhkan pelayanan yang ada di RSBP saat ia hendak memeriksakan kondisi kesehatan suaminya di Rumah Sakit tersebut hingga menimbulkan perdebatan yang berujung pada ucapan salah satu dokter yang mengatakan “Bakar saja rumah sakit ini”. (Alan ENEWS)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
51

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close