ERCHI NEWSOPINI
Trending

Soal Hastag Stop Cakada Import, Ini Tanggapan Pedas Ustadz Kasim Badu

POHUWATO [ENEWS] – Pemilu Kada Kabupaten Pohuwato baru akan digelar di 2020. Bak bola salju yang bergulir, opini yang dicuatkan mulai memanas dan mempengaruhi konstalasi politik yang ada. Ini terkait siapa yang akan menjadi calon pemimpin Kepala Daerah untuk 5 tahun lamanya. Saat ini, di Kabupaten Pohuwato sendiri ada banyak spekulasi yang bermunculan. Akan tetapi bukan itu yang menarik. Adalah hastag ‘Stop Cakada Import’ yang membuat kagalauan di se antero Kabupaten yang berjuluk Bumi Panua ini.

Berikut ini pendapat yang disampaikan oleh salah satu Tokoh Agama Kabupaten Pohuwato, Kasim Badu, lewat tanya jawab yang dilakukan oleh Jurnalist erchinews.com :

Soal munculnya hastag stop cakada import, bagaimana komentar anda?

Syah-syah saja. Akan tetapi saya pikir hal itu adalah sebuah gerakan yang kurang tepat. Karena itu sama saja dengan menutup pintu bagi orang-orang baik yang ingin berkontribusi terhadap perkembangan daerah kita. Media jangan terlalu mebesar-besarkan itu. Seolah digiring agar masyarakat tidak boleh memilih orang dari luar daerah. Bagaimana kalau justru orang dari luar daerah itu adalah orang baik. Lagian daerah kita pernah dipimpin oleh orang dari luar daerah. Semua tentu ada plus minusnya.Saya justru hawatir kalau hal ini justru berangkat dari ambisi individu dan kelompok tertentu saja. Ini yang sangat disayangkan dan bukan merupakan cara berpolitik yang sehat.

Kalau hal ini justru mempengaruhi konstalasi politik di Daerah, bagaimana tanggapan anda?

Konstitusi sudah mengatur semuanya secara jelas. Kita tidak bisa menolak atau melarang karena sudah menjadi hak seluruh warga Negara Indonesia. Siapa saja ketika dia berkewarganegaraan Indonesia, maka berhak untuk berkontribusi lewat mekanisme yang sudah di atur. Termasuk mencalonkan diri menjadi kepala daerah. Tidak ada yang melarang hal itu. Soal konstalasi bakal memanas, itu biasa-biasa saja.

Jika demikian, baiknya menurut anda apa yang harus dilakukan dalam rangka menyambut Pilkada tahun depan?

Biarkan semua bergulir apa adanya sesuai aturan yang ada. Tugas kita adalah mengawasi dan melakukan seleksi secara ketat. Siapapun calon kepala daerah kita nanti, kita harus menerimanya. Toh nanti masyarakat yang akan memilih siapa yang terbaik. Harus kita ketahui bersama, untuk menghasilkan pemimpin terbaik tentu  melalui proses. Proses dimaksud adalah Pemilu kada nanti.

Bagaimana anda menilai masyarakat hari ini dalam konteks memilih pemimpin berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya?

Hari ini masyarakat kita sudah cerdas. Tentu mereka paham benar siapa yang akan mereka pilih. Pada prinsipnya jangan mengahalangi keinginan masyarakat untuk memilih. Kalaupun hari ini banyak pemberitaan bahwa masyarakat kita menolak calon kepala daerah dari luar, apakah sudah ada survey untuk itu?

Apa yang dilakukan oleh media lewat pemeberitaan yang ada saya pikir ada sebuah berita yang tidak berdiri tegak di atas kajian ilmiah. Kalau memang motivasi kita bersama hari ini adalah untuk membangun daerah ini jadi lebih baik lagi, kenapa kita harus membatasi orang untuk berpartisipasi terahdap daerah.

Apa yang menjadi harapan anda jelang pemilu kada nanti?

Tentu kita semua berharap kepada masayarakat agar lebih selektif dalam memilih pemimpin kedepan. Setidaknya Jika saya dapat berpendapat kalaupun nanti kita diperhadapkan dengan banyak pilihan, kita harus mampu memilih pemimpin yang jauh lebih baik dari seorang Syarif Mbuinga, atau minimal menyamai beliau. Ada beberapa indikator yang dapat dijadikan acuan, yang pertama kita dapat menilai pemimpin itu dari segi kepribadian yang baik, ber akhlak, berjiwa sosial tinggi, religius, mampu melindungi rakyatnya seperti apa yang telah dilakukan oleh seorang Syarif Mbuinga. Yang paling penting adalah track recordnya. Kita tidak butuh pemimpin yang pelit, kikir, arogan, sombong. Kita harus jeli memilih sosok pengganti Pak Syarif kedepan. Jangan sampai kita justru mendapatkan pemimpin yang tidak mampuh mengayomi masyarakat. Saya pikir itu. (Alan ENEWS)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
21
Tags

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lihat Juga Berita ini

Close
Back to top button
Close