ERCHI NEWSPOHUWATO EKSEKUTIF

Hadiri Bimtek Mahasiswa UNG, Wabup Amin Ajak Warga Cegah Stunting

POHUWATO (ENEWS) – Desa Iloheluma yang berada di Kecamatan Patilanggio bakal menjadi pilot project penanganan stunting di Kabupaten Pohuwato. Pasalnya, saat ini ibu-ibu rumah tangga telah mengikuti Bimbingan Teknis Pemberdayaan Masyarakat Dalam Penanganan Balita Stunting Melalui Pangan Lokal Sumber Protein Dan Zink Berbasis Kerang Dan Tanaman Kelor yang dilakukan oleh Mahasiswa KKN PPM UNG.  

Belum lama ini, di aula Kantor Desa Iloheluma, Wakil Bupati Pohuwato Amin Haras didampingi Camat Patilanggio Kisman Djafar, berkesempatan meninjau dan melihat langsung pangan lokal yang sudah tersedia dan siap untuk dikonsumsi oleh ibu-ibu hamil.

“Selaku Pemerintah, kami sangat mendukung langkah yang dilakukan oleh Mahasiswa KKN PPM UNG. Jika ini berhasil, maka Desa Iloheluma bisa menjadi pilot project di Kabupaten Pohuwato dalam pembuatan pangan lokal untuk balita sunting. Hal ini sangat penting untuk diketahui oleh ibu-ibu terutama ibu hamil. Karena janin yang ada di rahim butuh gizi ataupun protein yang akan menjadikan mereka bisa hidup sehat dan tidak kerdil. Untuk itu 1000 hari kelahiran penting untuk mendapatkan penanganan melalui berbagai gizi yang membuat anak-anak balita sehat,” terang Wabup Amin.

“Kadang kala ibu hamil ketika mau makan apa saja itu dimakan dan tidak memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Biasanya makan apa saja yang penting kenyang atau karbonnya lebih banyak. Hal ini tidak membantu pertumbuhan janin. Sehingganya ketika pangan lokal sudah dibuat seperti ini maka perlahan ini sudah membantu ibu hamil,” tambahnya.

Sementara itu, pembimbing KKN PPM UNG Margareta Solang mengungkapkan, kegiatan KKN Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) di Iloheluma tersebut dilaksanakan selama 45 hari. Salah satu program yakni untuk membantu ibu-ibu khususnya yang memiliki balita stunting.

“Untuk penanganan balita stunting atau balita pendek dengan menggunakan panganan lokal yang tersedia di desa yang banyak mengandung mineral seng, karena seng ini berkaitan untuk memperbaiki pertumbuhan. Bahan yang digunakan berupa kerang yang tersedia di desa yang diolah menjadi beberapa prodak diantaranya nuget, kerupuk kerang, bakso kerang untuk makanan anak-anak balita. Kemudian bubur yang terbuat dari daun kelor, karena daun kelor mengandung protein yang baik kemudian mineral yang baik untuk pertumbuhan anak-anak balita. Jadi kami melatih ibu-ibu yang memiliki balita khususnya balita stunting untuk bisa memanfaatkan panganan lokal yang murah dengan mengandung seng dan protein yang baik untuk pertumbuhan anak-anak,”pungkas Margareta.

Stunting adalah kondisi tinggi badan anak lebih pendek dibanding tinggi badan anak seusianya. Hal ini disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dengan manifestasi kegagalan pertumbuhan (growth faltering) yang dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun. (*)

Laporan               : Iwan Karim (Humas Pohuwato)

Editor                    : Goesland Latarawe

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lihat Juga Berita ini

Close
Back to top button
Close