ERCHI NEWS

Di Gorontalo Tumbilotohe, Di Maluku Utara Ela-ela

POHUWATO [ENEWS] – Malam Lailatul Qadar adalah satu malam penting yang terjadi pada bulan Ramadhan, yang dalam Al Qur’an digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Dimana pada malam Lailatul Qadar juga diperingati sebagai malam diturunkannya Al Qur’an.

Di Provinsi Gorontalo dan Ternate Maluku Utara misalnya, Malam Lailautl Qadar ini dikenal dengan nama yang berbeda. Di Provinsi Gorontalo namanya Tumbilotohe sedangkan Ternate adalah Ela-ela. Apa sih sebenarnya Tumbilotohe dan Ela-ela? Berikut ulasan singkatnya.

Tumbilotohe :

Tumbilo tohe adalah perayaan berupa memasang lampu di halaman rumah-rumah penduduk dan di jalan-jalan terutama jalan menuju masjid yang menandakan berakhirnya Ramadan di Gorontalo. Perayaan ini dilakukan pada 3 malam terakhir menjelang hari raya Idul Fitri. Pemasangan lampu dimulai sejak waktu magrib sampai menjelang subuh.

Tumbilo tohe berasal dari bahasa Gorontalo, yaitu tumbilo dan tohe. Tumbilo artinya memasang, dan tohe artinya lampu.

Tradisi ini diperkirakan sudah berlangsung sejak abad ke-15. Ketika itu penerangan masih berupa wango-wango, yaitu alat penerangan yang terbuat dari wamuta atau seludang yang dihaluskan dan diruncingkan, kemudian dibakar. Tahun-tahun berikutnya, alat penerangan mulai menggunakan tohe tutu atau damar yaitu semacam getah padat yang akan menyala cukup lama ketika dibakar. Berkembang lagi dengan memakai lampu yang menggunakan sumbu dari kapas dan minyak kelapa, dengan menggunakan wadah seperti kima, sejenis kerang, dan pepaya yang dipotong dua, dan disebut padamala.

Seiring dengan perkembangan zaman, maka bahan lampu buat penerangan di ganti minyak tanah hingga sekarang ini. Bahkan untuk lebih menyemarakkan tradisi ini sering ditambahkan dengan ribuan lampu listrik. (Wikipedia)

Ela – ela :

Ela-ela adalah sebuah tradisi Ramadhan di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, dalam menyambut turunnya malam Lailatul Qadar, yang biasanya dilaksanakan pada malam 27 Ramadhan dengan cara membakar obor atau lampion di depan rumah warga. Tradisi ela-ela dengan cara membakar obor dan lampion itu merupakan simbol kegembiraan masyarakat atas turunnya Lailatul Qadar serta mengharapkan setiap warga di daerah ini bisa mendapatkan keberkahan Lailatul Qadar.

Ela-ela dalam bahasa setempat berarti obor. Hampir di setiap rumah warga di masing-masing kelurahan, terdapat ela-ela. Masing-masing rumah menyediakan tiga sampai empat ela-ela, baik yang terbuat dari bambu ataupun botol bekas minuman. Ela-ela yang disiapkan warga ini untuk dinyalakan usai Shalat. Seluruh warga di Ternate memasang obor di halaman rumah sampai pagi, ada pula warga yang sekaligus membakar damar sehingga hampir seluruh wilayah Ternate tercium aroma harum bau damar, yang umumnya merupakan damar kualitas terbaik dari wilayah Halmahera. (Wikipedia)

Di tahun 2019 ini, kedua Daerah ini sama-sama menyelenggarakan Festival untuk menyemarakan Bulan Suci Ramadhan 1440 Hijriah sekaligus sebagai bentuk upaya pelestarian tradisi yang sudah ada sejak ratusan tahun silam. Di Gorontalo, Festival tumbilotohe akan dilaksanakan tanggal 1 hingga 4 Juni 2019. Sementara di Maluku Utara, Festival Ela-ela akan digelar dari tanggal 31 Mei hingga 1 juni 2019. (Alan ENEWS)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
41

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close